Menikmati Sebuah Proses


Berjuang dengan optimis dan melangkah secara realistis. Jam terbang untuk belajar mata kuliah rasanya minim banget, bahkan tidak ada kalau tidak disempatkan waktu luang disela-sela kesibukan mengelola perusahaan Greatworks. Semakin hari, semakin besar tanggungjawabnya. Terlalu asyik dengan pekerjaan akhirnya lupa tujuan awal, gawat banget. Beberapa minggu yang lalu sedang masa-masa kritis dan minimnya kesadaran diri. Tapi memang harus tetap semangat, curhat sana sini demi mendapatkan masukan positif dan semangat kembali. Alhamdulillah, semakin hari juga semakin membaik. Yang terpenting memang dari niat. Tinggal sekarang harus diniatkan untuk melakukan dengan sebaik-baiknya dalam hal kuliah. Nilai UTS semester semakin kacau, duhh. Pengen nangis karena ulah diri sendiri, apa daya karena waktu yang minim (Aslinya mah bisa punya waktu belajar). Saat UTS kemarin memang saatnya dikejar deadline sebuah aplikasi juga.

Duerr, jadilah tabrakan antara kerjaan dengan kuliah. Datang ke kampus bukannya sibuk mempersiapkan diri seperti teman-teman yang lain sibuk baca-baca ulang buku catatan, ini aku malah sibuk mempersiapkan aplikasi biar ndang diupload -_- ya meskipun sudah di ingatkan oleh salah satu teman. Tetap aja cuek, merasa kepepet banget saat itu. Hari demi hari dilewati masa UTS tersebut, alhamdulillah aplikasi juga sudah launch tinggal tahap finishing dari feedback user. Memang aku semakin merasa diri ini semakin nyaman dengan detik-detik yang kepepet. Ada orang bilang The Power of Kepepet, tapi ini mah beda kasus yaa. Buktinya nilai UTS kacau dan merasa menyesali karena tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Oke, tetap harus optimis memperbaiki apa yang harus diperbaiki.

Jatuh bangun itu wajar, yang gawat kalau kita jatuh dan nggak bangun-bangun. Balik lagi ke cerita kuliah, bisa dibilang rata-rata nilai UTS semester 2 ini adalah C. Paling yakin kalau mata kuliah Java Programming bisa dapat A, karena saat UTS itu manggut-manggut sambil ngoding depan layar komputer di lab kampus. Terhitung keluar tercepat nomor 2 setelah kakak kelas. Tapi yang jadi masalah nanti, secepat apapun selesai dan seyakin apapun bisa mengerjakan kalau yang namanya tidak teliti ya wassalam. Pokoknya tugas dan UAS harus dituntaskan dengan penuh perjuangan. Inilah proses dari kesuksesan, butuh pengorbanan terutama waktu.

Selain kuliah, sebenarnya masih banyak yang sengaja ditunda dulu terutama beberapa project untuk ummat yang masih stuck di suatu bagian teknis. Tinggal tanya ke yang ahli, itu insyaAllah bisa kelar. Tapi masih belum punya aja waktu untuk pegang project itu lagi. Meskipun begitu tetap harus diselesaikan dan dibuatkan target secara realistis bukan lagi target sesuai optimisme atau impian. Bismillah, langkah demi langkah sambil belajar…

Ibarat bermain game, antara level dan skill bermain harus seimbang. Jangan sampai level tinggi tapi skill bermain seperti pemain baru, dan sebaliknya.

Selamat bersemangat kembali!

Man Jadda Wajada

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

About me

Garry Priambudi

Garry Priambudi

Menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan tetap istiqomah berbagi ilmu kepada sesama. Semangat!

Contact Us

Feel free to discussion with me about technology or projects :)

Sidoarjo, Indonesia

+6281232009362

Instagram

Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram