Hari Jum’at Berkah


 

Hari jum’at ini, diperlihatkan Allah suasana yang berbeda. Baru adzan dhuhur berkumandang. Masjid masih belum begitu ramai, masih banyak shaf yang masih kosong.

Di dekat pintu masuk terlihat ibu-ibu yang membawa tempat duduk lipat dan menaruhnya ke shaf paling pinggir dekat pintu masuk. Mungkin umurnya sudah sekitar 50 keatas. Setelah menaruh kursinya disalah satu shaf, ibu itu pergi keluar sembari menunggu berdiri didepan pagar pintu masuk masjid.

Saya mulai tertarik apa yang sedang terjadi belakangan ini, bagi saya ini sesuatu yang jarang saya jumpai. Beberapa waktu lalu saya melihat hal yang jarang saya lihat juga. Disalah satu masjid dekat kantor, ada barisan kendaraan di tempat parkir masjid. Uniknya dua kali dalam hari yang berbeda. Hari pertama saya melihat kendaraan yang membawa tahu, sepertinya orang tersebut berjualan tadi keliling. Hari kedua saya melihat kendaraan dengan membawa tulisan sol sepatu beserta perlengkapannya. Saya kagum, mereka bekerja dan tetap gigih berniat beribadah tepat waktu. Kadang saya malu, yang hanya duduk depan layar tapi ketika adzan berkumandang tidak bersegera berangkat ke masjid.

Kembalj lagi cerita ibu-ibu ke masjid tadi. Dari menunggu berdiri tersebut, ternyata beliau menunggu suaminya yang sedang berjalan memakai tongkat dibantu dengan tetangganya. Sesampai masjid, ibu itu membantu untuk masuk ke masjid mendekati kursi yang sudah dipasangnya. Saya dikagumkan kembali dengan kebesaran Allah. Ibu tersebut membersihkan bagian bawah tongkat suaminya yang sudah terkena tanah saat berjalan menuju masjid tadi dengan kain yang ternyata dibawa istrinya. Subhanallah, terharu melihat kejadian ini. Bapak itu berusaha menggapai kursi didekat pintu masuk, berusaha untuk duduk sendiri dengan dibantu tetangganya tadi. Alhamdulillah mendapatkan posisi duduk terbaik. Sang istri mulai pergi meninggalkan masjid, membiarkan suaminya beribadah dengan khusyu’ kepada Allah.

Selesai sholat saya tidak begitu memperhatikan suami istri tersebut lalukan lagi. Tapi sungguh, kejadian dari suami istri lakukan ini membuat saya belajar saling menghormati. Saling mentaati dan berbakti. Melakukan pengorbanan kepada orang yang kita sayang bukan semata-mata ingin mendapatkan pujian dari manusia, bukan karena pamer kepada tetangga, bukan juga saling mengharapkan dunia. Saya yakin, pengorbanan yang terbaik adalah untuk Allah. Apa yang dilakukan seorang istri kepada suami adalah amalan baik untuknya di akhirat dan apapun yang dilakukan suami terhadap istri adalah amalan baik untuknya serta keluarganya. Syurga merupakan balasan terbaik bagi mereka sekeluarga.

Selain itu, saya belajar bahwa umur bukan persoalan kita untuk memulai beribadah kepada Allah. Berapapun usia kita, selagi kita ingat Allah. Mari sama-sama belajar dan berjuang meningkatkan taqwa kepada Allah. Mungkin umur kita akan terus bertambah dan bertambah serta semakin menua, tapi menjadi lebih dewasa adalah sebuah pilihan kita.

Semoga yang saya semogakan bisa saling belajar dari orang-orang shalih dan shalihah seperti mereka.
Aamiin.

 

Image Source: Google

Man Jadda Wajada

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

About me

Garry Priambudi

Garry Priambudi

Menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan tetap istiqomah berbagi ilmu kepada sesama. Semangat!

Contact Us

Feel free to discussion with me about technology or projects :)

Sidoarjo, Indonesia

+6281232009362

Instagram

Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram