Gimana ya rasanya hidup tanpa hutang?


Assalamu’alaikum,

Teman-teman ada yang tidak memiliki hutang selama hidup ini? Apakah sudah lunas? Apakah masih ingat semua hutang-hutang kita kepada sanak saudara ataupun orang lain? Tolong ingatkan saya jika saya memiliki hutang kepada teman-teman dalam bentuk apapun.

Saya berniat berbagi pengalaman hidup yang saat ini menurut saya harus dibagikan kepada teman-teman yang mungkin saat ini masih terlilit oleh hutang, ketagihan dengan kredit barang, atau apapun yang membuat kita memaksakan diri untuk memiliki suatu barang. Kok bisa memaksakan? Jelas saja, coba ingat. Mungkin sebelum teman-teman memutuskan untuk kredit (misal beli rumah dengan kredit cicilan per bulan), pasti memiliki keinginan yang menggebu-gebu untuk memiliki harta tersebut.

Ketika diri ini mulai terjebak pada sesuatu yang konsumtif, akan mudah rasanya untuk terjebak lagi dan lagi. Singkat cerita, tahun 2015 saya lulus sekolah SMK dan alhamdulillah sudah mendapatkan pekerjaan sebelum sekolah lulus. Saat itu, orangtua saya sedang dalam kredit beberapa kebutuhan. Memang sudah sampai tengah perjalanan, mungkin tinggal setengahnya lagi akan lunas. Tapi dari kebiasaan itu, keinginan saya untuk kredit pun tidak bisa dihindarkan lagi. Dengan alasan kebutuhan, ingin punya, untuk hal yang bermanfaat tapi belinya saat itu kredit. Sedih? Mungkin saat itu tidak. Tapi saat ini saya merasakan perbedaan yang jauh bila membeli barang secara tunai dibanding dengan membeli barang secara kredit.

Pada sekitar per tengahan tahun 2016 saya berniat untuk membantu melunasi seluruh hutang-hutang orangtua pada saat itu. Hati ini sudah risih, pikiran sudah makin terbebani, rasa tidak nyaman saat gajian bulanan datang kemudian habis seketika hanya untuk membayarkan tagihan cicilan kredit per bulan. Saya tidak ingin ceritakan apa yang saya kredit saat itu. Saya hanya ingin berbagi perasaan yang saya dapatkan ketika hidup tanpa hutang.

Alhamdulillah, Allah membantu mengabulkan doa-doa, semua niat dan usaha saya untuk melunasi hutang-hutang tersebut. Tepat pada akhir tahun 2016. Padahal, seharusnya masih menunggu 2 tahun lagi untuk lunas. Allah Maha Baik, Allah sayang dengan hamba-hambanya yang memiliki niat yang gigih dalam kebaikan insyaAllah. Terkadang saya tidak pernah menyangka dapat rezeki ini dari siapa aja sampai bisa mempercepat pelunasan hutang selama 2 tahun kedepan saat itu, kalau bukan karena Allah. Saya bukan siapa-siapa. Kita tidak ada apa-apanya dibanding kuasa-Nya dan ridho dari-Nya.

Saya merasakan hidup lebih bahagia tanpa dikejar-kejar tagihan hutang. Pada tahun 2017 ini sampai seterusnya, bersama istri dan anak-anak saya nanti tidak ingin untuk terjebak dalam kenikmatan memiliki barang secara kredit. Ya, membeli barang secara tunai itu butuh perjuangan. Saya suka ibaratkan seperti bermain game, khususnya genre RPG (Role Playing Game).

Bayangkan jika dalam game kamu memiliki uang 1000. Sedangkan barang/item yang ingin kamu beli itu seharga 10.000, lalu apa yang akan kita lakukan? Mau kredit? haha. Yang kita lakukan ya berusaha bagaimana mencapai 10.000 dengan mengumpulkan uang yang kita punya selama proses perjuangan. Atau, bisa saja kita tetap membelikan barang/item dengan nominal harga sesuai yang kita punya. Misal saja membeli armor yang seharga 900. Dengan sisa uang yang dimiliki adalah 100. Armor yang kita beli seharga 900, kita pakai untuk lebih bertahan dan menambah kemampuan kita untuk mempercepat mengumpulkan uang mencapai 10.000.

Tapi dalam kehidupan sedikit berbeda dalam proses berjuang, khususnya hidup dengan keyakinan seorang muslim. Ada konsep bersedekah. Sedekah bukan tentang menambah harta kita. Tetapi tentang berbagi kesesama, tentang belajar untuk ikhlas. Sedikit tapi rutin lebih baik, daripada banyak tetapi hanya sekali. Allah akan memberi hadiah yang terbaik untuk kita sesuai dengan apa yang kita niatkan dalam sedekah atau perihal beribadah kepada Allah.

Hutang yang saya bahas disini adalah hutang yang berbunga, yang menimbulkan dosa riba.

Hutang yang tanpa bunga insyaAllah aman, kalaupun ragu. Lebih baik lakukanlah jual beli.

Alhamdulillah selama proses perjuangan hidup tanpa terlibat dalam hutang yang berbunga, membuat hati dan pikiran kita lebih tenang. Lebih adem ayem. Lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Lebih rajin menabung untuk persiapkan membangun rumah tangga. Bukan hanya harta, tetapi juga ilmu, keimanan, kekusyu’an dalam beribadah insyaAllah lebih mudah kita capai saat kita sudah tidak terlalu memikirkan kehidupan di dunia.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum.

Man Jadda Wajada

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Garry Priambudi

Garry Priambudi

Menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan tetap istiqomah berbagi ilmu kepada sesama. Semangat!

Contact Us

Feel free to discussion with me about technology or projects :)

Sidoarjo, Indonesia

+6281232009362

Instagram

Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram
Instagram